Aset tanah sebesar 3M milik Bupati Mojokerto disita KPK

Aset tanah sebesar 3M milik Bupati Mojokerto disita KPK

Negaraqqnews.com – Jakarta, Aset tanah sebesar 3M milik Bupati Mojokerto disita KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita aset tanah dan bangunan senilai total Rp3 miliar.

Hal tersebut diyakini terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan bupati Mojokerto, Mustafa Kamal Pasha.

Aset tanah sebesar 3M milik Bupati Mojokerto disita KPK
Tanah yang disita

Penyitaan dilakukan pada Senin (14/9) kemarin dengan pemasangan plang tanda penyitaan barang bukti berupa tanah.

Dan juga bangunan seluas 31.815 meter persegi di Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

“Tanah dan bangunan tersebut merupakan Aset PT Musi Karya Perkasa dengan SHM no. 00281 an. Ahmad Syamsu Wirawan yang masih memiliki ikatan keluarga dengan Tersangka MKP [Mustofa Kamal Pasha].” kata Ali Fikri.

Aset tanah sebesar 3M milik Bupati Mojokerto disita KPK

KPK menduga tanah tersebut dibeli oleh Mustafa pada tahun 2015. Di atas tanah itu dibangun mess, kantor, pagar beserta fasilitas di dalamnya. Diketahui guna mendukung kegiatan usaha AMP-Hotmix PT Musi Karya Perkasa.

Pihak tersebut yang mengerjakan proyek jalan pada Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun tersebut.

Ikuti terus berita nasional terbaru hanya di Negaraqqnews.com dan jangan lupa bagikan artikel ini. 

“Ada pun estimasi nilai aset saat ini mencapai lebih kurang Rp3 miliar,” pungkas juru bicara berlatar belakang jaksa tersebut.

Ali menambahkan pada hari ini tim penyidik juga melakukan pemeriksaan dan penyitaan sejumlah dokumen dari saksi Erdian Syahri. Dia Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Musi Banyuasin.

Aksi melakukan TPU Palsu

Penyidik, terang dia, mendalami kronologis dan legalitas pendirian PT Musi Karya Perkasa.

“Karena diduga perusahaan ini sengaja dioperasionalkan oleh Tersangka MKP dengan tujuan melakukan TPPU melalui bantuan dan perantaraan kerabatnya,” ucap Ali.

Mustofa sebelumnya ditetapkan KPK sebagai tersangka atas kasus dugaan suap, gratifikasi dan TPPU.

Ia diduga telah menyimpan secara tunai atau sebagian disetorkan ke rekening bank yang bersangkutan. Atau diduga melalui perusahaan milik keluarga pada Musika Group, yaitu CV Musika, PT Sirkah Purbantara dan PT Jisoelman Putra Bangsa.

Taktik modus yang dilakukan

Modus yang digunakannya adalah utang bahan atau beton. Mustofa diduga menempatkan, menyimpan dan membelanjakan hasil penerimaan gratifikasi berupa uang tunai.

Jumlahnya sebesar sekitar Rp4,2 miliar, kendaraan roda empat sebanyak 30 unit atas nama pihak lain. Kendaraan roda dua sebanyak dua unit atas nama pihak lain, dan jetski sebanyak lima unit.

Ia disangkakan melanggar Pasal 3 dan/atau Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *