Faktor pulihnya Ekonomi AS yang cepat dari Pandemi COVID19

Faktor pulihnya Ekonomi AS yang cepat dari Pandemi COVID19

Negaraqqnews.com Jakarta, Faktor pulihnya Ekonomi AS yang cepat dari Pandemi COVID19. Aktivitas ekonomi di beberapa negara bagian Amerika Serikat mulai pulih setelah terpukul pandemi virus corona selama enam bulan terakhir.

Beberapa pemulihan tersebut yakni sektor real estate mulai berkembang pesat di Maine. Angka pengangguran turun ke bawah 5 persen di Nebraska dan jam kerja karyawan UMKM yang mulai bertambah di Rhode Island.

Faktor pulihnya Ekonomi AS yang cepat dari Pandemi COVID19
Ekonomi Naik.

Indeks Back to Normal yang dibuat oleh CNNBusiness dan Moody’s Analytics menunjukkan ekonomi negara bagian sudah kembali beroperasi. Dan hampir 88 persen dari kondisi Maret sebelum pandemi.

Aktivitas ekonomi di beberapa negara bagian Amerika Serikat mulai pulih setelah terpukul pandemi virus corona selama enam bulan terakhir.

Faktor pulihnya Ekonomi AS yang cepat dari Pandemi COVID19

“Pemulihan sedang berlangsung, menyusul pelonggaran dari kebijakan lockdown dengan pembukaan sebagian operasional bisnis. Namun, ketidakpastian masih tinggi dan kepercayaan masih rapuh,” ungkap OECD.

Di Maine, aktivitas ekonomi telah kembali hampir 93 persen dari posisi Maret sebelum pandemi. Pemulihan ini sejalan dengan angka kasus virus corona di negara bagian ini yakni 366 kasus per 100 ribu penduduk.

Ikuti terus berita internasional terbaru hanya di Negaraqqnews.com dan jangan lupa bagikan artikel ini. 

Hal serupa terjadi di dua negara bagian lainnya dekat Maine, yakni Vermont dan New Hampshire.

Sebaliknya, perekonomian negara bagian Lousiana dengan angka infeksi tertinggi di AS yakni 3.406 kasus per 100 penduduk masih kolaps. Dalam Indeks Back to Normal, Lousiana menduduki peringkat ke-48 dengan persentase aktivitas ekonomi mencapai 73 persen.

Populasi penduduk juga menjadi faktor penularan

Kedua, jumlah penduduk yang sedikit di pedesaan. Sehingga, aturan jaga jarak dan ruang terbuka lebih besar untuk bergerak lebih mudah dijalankan bagi beberapa negara bagian.

Hal tersebut terlihat dari negara bagian seperti South Dakota dan Nebraska dengan rebound cukup tinggi. Dibandingkan negara bagian padat penduduk seperti New York, Texas, dan California.

Kota-kota besar menghadapi tantangan yang lebih berat dalam mengurangi virus. Jutaan komuter tidak lagi naik angkutan umum dan seluruh kantor menjadi gelap. Itu merugikan bisnis yang melayani pekerja kantoran di pusat kota

Ketiga, tidak buru-buru membuka aktivitas perekonomian. Seperti Negara bagian seperti Alabama, Arizona, Texas, dan Florida. Negara pertama membuka kembali perekonomian selama pandemi hanya mendapatkan keuntungan ekonomi jangka pendek.

PSBB diberlakukan kembali pada bisnis

“Itu karena kasus virus corona dengan cepat melonjak di negara bagian itu. Akhirnya, gubernur memberlakukan kembali pembatasan pada bisnis dan pertemuan sosial.” tulis DeAntonio dan Colyar dalam catatan penelitia.

Keempat, perekonomian mengandalkan sektor pariwisata. Satu negara bagian paling terpukul oleh anjloknya perjalanan adalah Hawaii. Saat ini Hawaii memiliki tingkat pengangguran yang diasuransikan tertinggi di Amerika Serikat.

Angka tersebut mencapai 20 persen pekerja per 22 Agustus. Jam kerja karyawan UMKM turun 50 persen dibandingkan Maret. Bahkan, reservasi restoran di negara bagian itu masih turun 98 persen dibandingkan sebelum pandemi per awal September lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *