Krematorium Wuhan Harus Bakar 100 Mayat Perhari

Krematorium Wuhan Harus Bakar 100 Mayat Perhari

NegaraqqNews.com – Jakarta, Wabah mematikan, Virus Corona, yang sedang melanda Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China saat ini ternyata tidak hanya memaksa para tenaga medis untuk bekerja satu harian penuh, namun juga orang-orang yang bekerja sebagai petugas krematorium.

Dalam setiap harinya, para pekerja juga harus menangani banyak jenazah yang harus dikremasi.

Krematorium Wuhan Harus Bakar 100 Mayat Perhari

Krematorium Wuhan Harus Bakar 100 Mayat Perhari

Kremasi sendiri dipilih pemerintah China, karena dinilai efektif dalam memperlambat virus berbahaya tersebut karena tidak sempat terjadi pembusukan pada mayat terinfeksi virus mematikan itu.

Namun, hal itu menjadi pekerjaan tambahan bagi para pekerja.

Bayangkan saja, dalam sehari, mereka menerima 100 mayat, dan mayat-mayat tersebut harus dibakar pada saat itu juga.

“90 persen dari kita harus bekerja 24/7 dan kita tidak bisa pulang. Setiap titik pembakaran yang ditunjuk di Wuhan beroperasi selama 24 jam.”

“Kami tidak makan atau minum untuk waktu yang lama sepanjang hari karena kami harus selalu berada dalam alat pelindung kami. Pakaian harus dilepas setiap kali kami ingin makan, minum, atau menggunakan toilet. Tapi begitu pakaian tersebut dilepas, tidak bisa digunakan kembali,” ungkap salah seorang pekerja, dilansir dari Viva.co.id.

Fakta ini pun sekaligus mengungkap jumlah korban jiwa akibat virus corona.

Sementara dari data terakhir, Minggu (2/2/2020), jumlah korban virus corona telah mencapai 305 pasien meninggal dan sebanyak 14.568 pasien terinfeksi virus (2019-nCoV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *