Pemerintah Putuskan Tak Pulangkan WNI Eks ISIS

Pemerintah Putuskan Tak Pulangkan WNI Eks ISIS

NegaraqqNews.com – Jakarta,┬áPemerintah akhirnya memutuskan tidak akan memulangkan WNI eks ISIS yang jumlahnya diketahui 689 orang. Keputusan ini ditetapkan usai Sidang Paripurna Kabinet di Istana Kepresidenan Bogor.

” Pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris. Bahkan tidak akan memulangkan FTF (Foreign Terrorist Fighters) ke Indonesia,” ujar Menko Polhukam, Mahfud MD, dikutip dari Liputan6.com.

Mahfud menjelaskan saat ini para WNI tersebut tersebar di Suriah, Turki, dan beberapa negara lainnya. Dia mengatakan pengambilan keputusan ini didasarkan beberapa pertimbangan, salah satunya menjaga keamanan 267 juta rakyat Indonesia.

Pemerintah-Putuskan-Tak-Pulangkan-WNI-Eks-ISIS
Beri putusan tak pulangkan Eks ISIS

Pemerintah Putuskan Tak Pulangkan WNI Eks ISIS

” Karena kalau FTF ini pulang itu bisa jadi virus baru yang membuat rakyat 267 juta tidak aman,” kata dia.

Tetapi, kata Mahfud, pemerintah terus melakukan pendataan jumlah dan identitask WNI mantan anggota ISIS. Khusus untuk anak di bawah usia 10 tahun, ada opsi untuk dipulangkan.

” Anak-anak di bawah 10 tahun akan dipertimbangkan tapi case by case,” ucap Mahfud.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj menegaskan penolakan terhadap wacana pemulangan WNI eks ISIS. Hal itu disampaikan langsung kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang tengah berkunjung ke kantor PBNU membicarakan wacana tersebut.

” Beliau Ibu Menteri minta masukan ke PBNU. Selama ini pemerintah belum berpendapat,” ujar Said di kantornya, Selasa 11 Februari 2020.

Said mengatakan salah satu dasar penolakan NU yaitu para WNI itu secara sukarela menyatakan keluar dari Indonesia. Mereka lebih memilih bergabung dengan gerakan teroris.

Dia mengutip Surat Al Ahzab ayat 60 yang menyebutkan apabila ada orang-orang yang membuat kegaduhan atau kejahatan di dalam suatu wilayah, hendaknya untuk diusir.

” Secara teologis Alquran mengatakan Surat Al Ahzab ayat 60, orang-orang yang bikin gaduh di Madinah usir,” ucap dia.

“Ganggu Ketenangan 260 Juta Warga Indonesia”

Merujuk pada ayat tersebut, menurut Said, penolakan WNI eks ISIS dipulangkan ke Indonesia sudah tepat. Dia khawatir ratusan WNI tersebut akan menimbulkan kegaduhan di Tanah Air.

” Jangan sampai mengganggu ketenangan warga masyarakat. Oleh karena itu bicara pemulangan 600 orang kalau ganggu ketenangan 260 juta warga Indonesia,” kata dia.

Kiai yang belajar agama selama 15 tahun di Arab Saudi ini kemudian memberikan masukan kepada Retno agar tidak memulangkan WNI eks ISIS. Selain membakar paspor, para WNI eks ISIS juga telah menyatakan Indonesia negara thogut dan mengancam akan membunuh para pejabatnya.

” Saya beri masukan dengan tegas kami PBNU menolak Kombatan ISIS,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Retno mengaku hingga kini pemerintah masih melakukan profiling terhadap 600 WNI eks ISIS.

” Kita kalau ditanya posisi kita sejauh ini adalah akan melakukan pendataan terlebih dahulu,” Retno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *